Postingan

Menampilkan postingan dengan label Touring

Perindu Maret

Gambar
Dokumen: Saat touring ke HPS (Hutan Pinus Semeru) Wajak, Malang, Jawa Timur Semenjak virus Covid 19 menyerang negeri ini, semenjak itulah kita lebih cenderung beraktivitas di dalam rumah. Dan mungkin pada sekarang-sekarang ini saja sudah banyak berkegiatan di luar rumah meskipun tetap dengan menjaga protokol kesehatan (bermasker maupun mencuci tangan dengan sabun). Semacam ada kerinduan bersama beraktifitas sebagaimana biasanya di luar rumah tanpa sebuah ketakutan-ketakutan akan terjangkitnya virus mematikan tersebut. Tampaknya, kerinduan tersebut senada dengan teman-teman pecinta scooter (scooterist) yang biasanya mengadakan perjalanan (touring) ke berbagai kota di Indonesia untuk berjumpa dengan scooterist-scooterist lainnya di dalam suatu acara kumpul bareng atau sekadar kopdar (kopi darat).  Dari mulai kangen di saat perjalanan, apalagi kalau ada sesama motor vespa yang mogok, pasti kita berhenti untuk sekadar membantu, bertegur sapa di jalan, beristirahat serta mengisi bahan b...

'Ayo Dolan Mrene' (Pendopo Arya Wiraraja)

Gambar
Tampak sebuah tulisan P endopo Arya wiraraja   mulai menyala di kala senja mulai menyapa. Dengan font Jawa, tulisan tersebut terlihat begitu artistik.  Mumpung saya berada di situ kemarin, sepertinya terlalu indah untuk tidak dimasukkan dalam jepretan kamera.  Tak lupa saya langsung abadikan dalam sebuah kamera ponsel sebagai tanda bahwa saya pernah datang ke tempat itu. Tempatnya terletak di depan Alun-Alun Kabupaten Lumajang bersebelahan dengan perpustakaan kota. Kalau datang ke Lumajang, jangan lupa mampir ke tempat ini kawan. Apalagi yang suka dengan dunia fotografer, pasti dijamin mantap tempatnya. Posisinya sangat mudah sekali kalau dilihat dari google maps kok. Soalnya tempat itu berada di pusat kota.

'Ayo Dolan Mrene' (Candi Jawar Ombo)

Gambar
 Lokasi: Candi Jawar Ombo, Ampel Gading, Malang, Jawa Timur  Sekitar 2 jam jarak yang ditempuh dari Alun-Alun Kota Pasirian, Lumajang, Jawa Timur  Terlihat sebuah patung pedati yang digeret oleh beberapa ekor kuda sebelum sampai pada Candi Jawar Ombo Hawanya dingin berkabut. Usahakan kalau pergi ke tempat ini pagi-pagi benar biar bisa melihat sunrise dari atas bukit. Jalannya sedikit ekstrim dengan kontur tanah serta berkerikil tajam setelah melewati jalan aspal. Dengan membayar 10 ribu bagi kendaraan roda 2 kamu bisa menikmati situs bersejarah ini serta memanjakan mata dengan pemandangan yang begitu menentramkan. https://mizanaljabar.blogspot.com/2020/08/ayo-dolan-mrene-candi-jawar-ombo.html

Cerita Semalam Menuju Negeri Di Atas Awan

Gambar
                 Jalan Berkelok Ekstrim (B29) Semalam, aku dan Cak Misdu bergegas untuk melakukan perjalanan menuju negeri di atas awan (B29) dengan mengendarai scooter asli buatan Italia. Tepat jam 10 kita berangkat sesaat setelah meneguk kopi di warung gorengan yang berdekatan dengan rumahnya. Awalnya, kita akan berangkat dengan 4 orang dan 2 motor. Entah ada alasan apa tiba-tiba 2 orang mengundurkan diri. Aku dan Cak Misdu pun masih tetap memegang janji bahwasannya kita akan tetap berangkat meskipun 2 orang saja. Setelah melakukan pengecekan tentang barang bawaan, kita langsung tancap gas melalui rute Kecamatan Pasirian, Candipuro, Pasrujambe, dan berakhir di B29 (Argopuro, Senduro). Setelah sampai Desa Kloposawit, kita disambut rintik air hujan yang mulai jatuh membasahi jalan. Cak Misdu pun masih tetap saja menggeber gas dan tak mau memberhentikan motornya karena hujan masih berintensitas rendah, bisa dibilang gerimis kecil-k...

Misteri di Kota Seribu Satu Gua

Gambar
Tersesat Sesaat                    Terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB dan matahari pun mulai bergegas kembali ke peraduannya untuk menyingsingkan sinar yang seharian penuh menyinari alam ini. Hidup serasa singkat hingga tak terasa sudah menjelang malam begitu saja dan siang cepat berlalu. Aku dan kawanku memutuskan untuk menyudahi istirahat sejenak di pantai Klayar yang begitu eksotik dengan deburan ombaknya yang terus menabrak bebatuan. Setelah satu jam lamanya, kami merasa cukup untuk sekedar melepas lelah dan mendinginkan motor tua serta mengganjal perut yang lama keroncongan akibat dihempas angin jalanan dengan bungkusan nasi yang diberi saudara kami di daerah Sleman, Jogjakarta.       Setelah itu, kami bergegas melanjutkan perjalanan pulang karena sudah seminggu  menyinggahi kota satu ke kota lainnya dengan tujuan Kota Wonosobo. Ketika mesin sudah dinyalaka...