Postingan

Menampilkan postingan dengan label Edukasi

🅢🅔🅙🅐🅚 🅚🅐🅟🅐🅝 🅢🅘🅗?

Gambar
  Malam telah larut, suara gemericik air selokan di depan teras rumah serasa riuh rendah bercengkrama di antara obrolan kita menuju pagi di sebuah desa yang tidak begitu jauh dari pusat kota. Dengan di kelilingi oleh beberapa tanaman nan hijau di sekitar rumah, suasana serasa asri dan sejuk yang mendamaikan hati sehingga menjadi syahdu dalam berdiskusi kecil-kecilan.  Obrolan kian menarik ketika pembahasan yang sesekali diselingi tawa dan anggukan-anggukan kecil seraya menunjukkan kesepakatan dalam berpendapat perihal pembicaraan. Lebih menarik lagi sewaktu saya dan teman saya saling berbeda persepsi atau pendapat mengenai suatu hal. Bayangkan saja, betapa gegap gempitanya suasana depan rumah ketika dalam bertutur kata, karena saling mempertahankan apa yang dianggap benar dan saling membenarkan antar pendapat dari setiap perorangan.  Mulai bicara soal kesehatan, sosial, ekonomi, politik, keagamaan, tak luput dari alur cerita kita dalam menanggapi realitas hari ini. Tidak ...

🅡🅤🅦🅐🅣 🅓🅐🅡🅤🅡🅐🅣

Gambar
  Suara-suara itu mendengung keras melibas jalanan tanpa batas Menanam kecemasan dalam pikiran menambah was-was di kala ekonomi sedang tak waras Sana-sini soal nasi wara-wiri perihal perintah Ada sebab yang mengakibatkan,  ada tangis yang berkepanjangan Di bawah langit-langit di atas gorong-gorong Di antara terpal dan tenda ada asa yang masih diperjuangkan di tengah keadaan serasa makin mencekam Di simpang jalan aku temui sebelah perempatan, aku masih jumpai tatapan-tatapan kosong dari para pemilik kelontong Mereka saling bergotong royong, melangitkan sumpah serapah dalam guratan muka termangu-mangu melihat hidup semakin berdebu Bahu Jalan, 7 Juli 2021  

🅛🅐🅡🅤🅣

Gambar
  Tampak mata mulai lelah memandang layar sampai memerah Tanpa keragu-raguan hal itu terus saja dilakukan jari-jemari tetap piawai menari-nari menaklukkan gawai Ada rasa resah di antara iba seperti ibu memandangi anaknya kegelisahan tampak begitu nyata dari raut wajah tersirat makna  terpendam ketakutan dalam maya Larut, lebih jauh memandangi rembulan dua kata hampir sama,  bersamaan dengan itu tampak begitu jelas makna di antara keduanya menjadi seorang pemimpin atau cukup jadi pemimpi Peradaban seperti apa yang akan diwariskan nanti yang katanya negeri ini mendapat jatah demografi Sewaktu masa anak-anak sudah terenggut kemerdekaannya dipaksa asik dengan dunianya, dicekoki robot-robot canggih kontrol moral dan etika serasa abai candu semakin membelenggu Bades, 18 Juni 2021

Bukan Ikatan Mahasiswa Manja

Gambar
Tepat di tanggal 14 Maret 2021, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memperingati milad (hari kelahiran) ke-57 tahun. Kalau ditilik dari usia manusia, mungkin sudah menginjak usia senja dan seyogianya sudah matang dalam berpikir dan bersikap. Namun, ini adalah organisasi yang notabene bisa dilihat kematangannya dari setiap kader-kader IMM, bukan pada organisasinya karena organisasi bukan barang hidup. Derap langkah sebuah organisasi akan terus ada bila kader terus terjaga, dalam artian perkaderan terus berjalan dengan seiring berjalannya waktu karena perkaderan seharusnya adalah pekerjaan yang tidak akan pernah usai. Tampaknya, hal tersebut adalah urgensi yang harus senantiasa diperhatikan oleh kader-kader IMM pasca menyandang sebagai senior (fokal IMM). Dalam kesempatan yang baik ini, tema pada milad IMM ke-57 tahun yang diambil oleh Dewan Pimpinan Pusat IMM adalah "Membumikan Gagasan Membangun Peradaban" yang tentunya pasti melalui proses diskusi panjang terlebih dahul...

Sebilah Pena Berubah Senjata

Gambar
  Seutas tali terikat Sebait doa penuh harap kuncup bunga harus terus mekar di bawah zaman yang semakin sukar Meramu kata menjadi makna sebilah pena berubah senjata Membumikan gagasan membangun peradaban Sembilan delapan berlalu,  hati masih meluruh Usia semakin senja arah gerak tak tahu entah ke mana Empat belas yang ke lima tujuh batas tujuan masih serasa ambigu Tampaknya, kita harus merumuskan lagi karena teori sudah harus diperbarui Wawas diri harus terus digandrungi berpikir terbuka tanpa menutupi Kurangnya berkompetisi kita terus mengubur diri Harapan apa?  Cita-cita yang bagaimana?  Hasil seperti apa?  Bila rasa terus dihakimi Ketakutan sudah berposisi menjadi tuhan meracuni nalar kritis yang didambakan idealis bergeser ilmu praktis Pendahulu mungkin meratap di bawah pohon kamboja ia tengkurap Bukan ranah asal bersuara membias arti merongrong ahli Semua hilang dari substansi Lantas, apa yang kau cari?  ketika nanti kau bercerita tentang hari ini Mata...

Gema Lirih

Gambar
  Perhelatan pun digelar beradu sudut padang pun dimulai Berkawan dengan rasa asam dan pahit biji kopi pilihan siap disuguhkan Bicara soal kuncup bunga,  bermekaran adalah cita-cita Dibarengi gelegar tawa rasa haru pun tak luput dari halu menyeruak melebur menjadi satu sewaktu logika masih dituntun perasaan Maksud dan tujuan mulai membias membanyangi setiap jiwa Paranoid tampaknya lebih disuka penyalahgunaan imajinasi  berulang kali mewarnai Lagi dan lagi...  Dewasalah dalam berpikir!  mengkritik dianggap sebuah ancaman segala nafsu mencoba menjadi ajang pertunjukan Dramatisasi receh dipertontonkan Sayangnya, tak ada tempat terbaik selain mengembalikan cita dan harapan Ayolah... Ayo Ingatlah... Ingat adalah lagu keumatan Kembalilah... kembali kuncup bunga pantang mati Sayangku, kau harus tahu bahwa dalam lelapmu aku masih memburu Bades, 25 Februari 2021

Harapan 2021

Gambar
  Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih juga Penyayang. Alhamdulillah, atas karunia-Nya kita masih dapat mengirup udara bebas hingga hari ini serta karunia yang tak terbatas. Setahun berlalu, tepatnya di tahun 2020 kita telah melewati dengan penuh varian rasa. Rasa Suka, duka, tertawa, merana, bahagia, serta nestapa. Tentunya itu semua tak akan luput akan pemaknaan sebuah nilai-nilai, karena setiap kejadian menuntut kita untuk senantiasa berpikir dan bersikap melalui proses pembelajaran serta pendewasaan diri. Terima kasih waktu, sejauh ini aku tak pernah berpikir sejauh itu. Karena tanpa kesempatan dengan adanya waktu di tahun 2020 yang sudah terlewati, kita senantiasa tidak bisa melihat perubahan akan pergantian tahun 2021. Bagi saya, di tahun 2020 adalah tahun di mana Tuhan sangat rindu dengan suara-suara yang dilangitkan melalui doa-doa untuk memohon ampun atas ujian yang telah kita rasakan bersama mulai Bulan Maret lalu yang bernama Virus Covid-19. Terlepas dari teori ...

Trauma Healing Dilakukan pada Warga Terdampak Erupsi Semeru

Gambar
  Trauma healing adalah proses penyembuhan pasca trauma yang dilakukan agar seseorang dapat terus melanjutkan hidupnya tanpa bayang-bayang kejadian seperti halnya pasca terjadinya erupsi Semeru.  Berkenaan dengan hal itu, ormas islam keagamaan, NU peduli mengadakan aktivitas tersebut untuk mengurangi rasa takut atau trauma terutama pada anak-anak di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, (11/12) sore.  Trauma healing dengan metode Stress inoculation training (SIT) adalah kegiatan asasemen yg dilakukan pada warga terdampak bencana dengan merefleksikan otak agar tidak merasa trauma atau ketakutan atas bencana yg menimpanya. Hal ini bisa dilakukan dengan mencari tahu perasaan warga terdampak terhadap bencana yang menimpanya dan membantu warga terdampak berlapang dada sehingga bisa menjalankan rutinitas seperti biasanya. Canda Ayu Pitara S.Pd, Wakil sekretaris LPBI NU mengatakan, bahwa kegiatan trauma healing bertujuan untuk anak-anak yang terdampak be...

Romantisme Kebersamaan dalam Keberagaman

Gambar
  Cerita ini berawal pasca terjadinya erupsi Gunung Semeru pada tanggal 01 Desember 2020 kemarin. Tepatnya di hari ke enam yang bertempat di Lapangan Dusun Kamarkajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, untuk mendirikan tenda dalam pembuatan pos komando sebagai antisipatif dan responsif menanggulangi kebencanaan.  Tampak pada gambar di atas, terlihat relawan yang berasal dari kedua ormas terbesar di Indonesia saling bekerja sama dalam pendirian tenda sebagai pos komando (posko). Yakni posko dari relawan Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama. Seketika itu suasana sejuk menyeruak dan begitu nyaman dipandang mata ketika proses mendirikan tenda dilakukan secara berjamaah. Sesekali tertawa pun pecah ketika obrolan yang begitu mengocok perut terlontar diantara keduanya. Saya rasa, ini adalah sebuah rahmat yang harus disyukuri dan senantiasa kita jaga bersama-sama. Terkadang kalau kita boleh jujur, memang ada sebagian oknum yang sengaja dan tidak rela terkait keber...

Peringati Hari Toleransi Sedunia, Gusdurian Lumajang Gelar Diskusi Bertajuk Indonesia Ada Karena Keberagaman

Gambar
  Dalam rangka memperingati Hari Toleransi sedunia yang jatuh pada tanggal 16 November kemarin, Komunitas pecinta Gus Dur (Gusdurian Lumajang) menggelar diskusi lintas iman bertajuk Indonesia ada karena keberagaman, Senin (30/11/2020) sore.  Kegiatan tersebut digelar di pelataran Koperasi Laskar Hijau dengan dihadiri oleh puluhan pemuda lintas iman yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat karena untuk Lumajang masih dalam zona merah waktu kemarin.    Dalam acara tersebut, terlihat Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lumajang, Setiyoso Lastanto sebagai penyaji pada diskusi lintas iman. Ia menyampaikan bahwa kondisi bangsa Indonesia pada hari ini sedang tidak baik-baik saja terutama dalam menghargai dan menghormati antar satu dengan yang lain.  “Masih banyak kita temukan oknum-oknum yang ingin merusak dan memecahbelah bangsa ini, salah satu cara yang mudah untuk membuat bangsa ini rusak dan hancur adalah dengan membentur-benturkan ...

Pepatah Tapi Dipatahkan

Gambar
  Sudah kita ketahui bersama bahwa di negeri yang kita cintai ini (Indonesia) terbagi menjadi dua musim, yakni musim panas dan hujan. Kalau orang Jawa bilangnya musim Ketigo (panas) dan rendeng (hujan). Ketika musim panas (tropis), kita tidak terlalu direpotkan dengan membawa payung atau jas hujan seperti pada saat musim penghujan. Akan tetapi sewaktu musim penghujan tiba seperti bulan November akhir ini, malah sering kali kita tidak membawa payung maupun jas hujan. Itulah hebatnya warga +62! Sudah tahu Indonesia ini dengan 2 musim, tapi mengapa sewaktu musim hujan tidak menyediakan payung atau jas hujan sewaktu menempuh perjalanan. Hehe...  Seperti halnya pepatah pernah bilang sedia payung sebelum hujan, warga +62 tampaknya mulai mematahkan pepatah tersebut. Kenyataannya adalah masih banyak dari warga +62 tidak membawa payung sebelum hujan tiba. Mereka cenderung menikmati hujan tersebut dan ingin basah-basahan. Atau mungkin lebih mencari tempat berlindung di emperan-emperan...

Sungkan-isme

Gambar
  Kata sungkanisme sebenarnya tidak atau belum ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata tersebut sengaja saya tulis dan saya ada-adakan sendiri dalam artikel pada blog ini. Apakah boleh begitu? apakah hal tersebut tidak menyalahi tatanan dalam dunia kebahasaan? Saya rasa tidak! Karena sifat bahasa adalah arbitrer (sewenang-wenang, manasuka). Setiap kali orang hendak berbahasa sebenarnya manasuka dan terserah orang yang mau mengucapkan, hal yang terpenting dalam berbahasa adalah bisa diterima oleh lawan bicaranya (audience) dengan baik atau yang bisa kita sebut dengan komunikatif. Kalau semisal orang yang kita ajak bicara tuna rungu atau tuna netra bagaimana? Mohon maaf, itu pengecualian teman-teman pembaca. Sungkanisme sebenarnya adalah gabungan dari kata sungkan yang mendapat akhiran ( sufiks ) -isme. Mengapa kata tersebut saya gabung? karena biar judul lebih menarik dan terlihat simpel saja sih . Soalnya pernah saya baca dalam sebuah artikel di Google bahwa kalau...

Unch... Baper

Gambar
  Pada tanggal 21 November 2020 kemarin, kita telah memperingati hari pohon sedunia secara bersama-sama. Kita juga telah mengikuti serangkaian kegiatan tentang perlunya menjaga alam dan melestarikan alam, salah satunya dengan menanam pohon di bibir pantai Watu Pecak yang di-inisiatif-i oleh aktivis lingkungan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.  Acara tersebut berlangsung selama dua hari, dari tanggal 21-22 November 2020. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari bersama dan dijadikan sebuah pembelajaran ketika kita berinteraksi dengan para pegiat lingkungan, pecinta alam serta betapa manfaatnya tentang menanam sebuah pohon.  Mungkin sepintas yang tertanam dalam benak sebagian orang, " ngapain sih, harus repot-repot menanam pohon? kan sudah ada dinas terkait yang ngurusin itu semua! kita kok repot-repot. Secara kan , ini zaman milenial gitu loh! Nginep juga di depan pantai, hujan-hujanan lagi.  Tidur di rumah lak an wes enak, kok malah nggolek i seng susah. " Auto ...

Siti Gundah Gulana

Gambar
  Alhamdulillah senantiasa kita senandungkan kepada Tuhan Yang Maha Tunggal ketika melihat panorama alam negeri ini yang begitu menawan. Bak surga dalam sebuah dongeng, potensi alam Indonesia begitu melimpah ruah serta tak tertandingi dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari gunung-gunung berapi yang seakan berbaris pada setiap pulau, hutan bagi tempat satwa liar dan beraneka tumbuh-tumbuhan yang hidup lestari, sungai, rawa , pantai, dan lain sejenisnya di mana hewan-hewan bisa beranak pinak.  Suatu kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa melihat ciptaan Tuhan yang begitu indah dengan keanekaragaman hayati serta keanekaragaman hewani. Maka tak hayal jika sejarah pernah mencatat bahwa negara asing betah dan ingin berlama-lama di tanah air kita ini karena gemah ripah loh jinawi.  Mulai dari Tiga setengah abad, tiga setengah tahun, dan belum lagi dengan pelayaran bangsa-bangsa asing yang ingin mendapatkan rempah-rempah sebagai bahan komoditas untuk memasok kebutuhan negaranya ...

Menahan Rindu

Gambar
Setiap detik yang berdetak adalah usia yang terus berkurang menggerogoti setiap cerita dalam perjalanan kita menuju kembali kepada Sang Pencipta. Suatu masa yang akan datang dengan sendirinya tanpa bisa dipercepat maupun diperlambat, yang pasti setiap insan akan tumbang dalam ketiadaan seperti halnya air sungai mengalir menuju samudera Pencipta.  Seperti ketokan palu sidang yang sudah dipukulkan hakim di atas bidang datar, ketetapan tidak bisa diganggu gugat. Karena Dia adalah hakim tunggal dalam kehidupan. Keong pun memberi kabar bahwa semua yang bernyawa lambat laun akan meninggalkan cangkangnya menuju pembaringan terakhir untuk berlabuh.  Kata-kata adalah firman. Yang terus hidup selama kita mengingatnya dalam derap langkah menuju keabadian. Jejak-jejak akan terukir di atas persemayaman diantara dua prasasti penanda yang bertuliskan nama,  tanggal, bulan, serta tahun di mana kau telah menghela nafas panjang untuk meninggalkan jasad yang perlahan-lahan terbujur kaku....

Yang Tua Yang Merelakan

Gambar
Sudah saatnya perubahan itu kita sambut dengan gegap gempita setelah sekian lama suatu sistem yang membosankan telah menjajah dari generasi sampai generasi hingga saat ini. Pepatah pernah mengatakan bahwa setiap pemimpin ada masanya dan setiap masa ada pemimpinnya. Seyogianya pepatah tersebut dapat diejawantahkan ke dalam jiwa, serta perilaku dari para pemimpin-pemimpin kita yang terlihat rambutnya mulai beruban secara merata.  Suatu perubahan yang tidak dapat dielakkan lagi ketika warna rambut kepala mulai memutih dan kulit mulai membentuk kerutan-kerutan. Setidaknya itu pertanda dari Tuhan Yang Maha Tunggal untuk melakukan hal-hal yang putih, menyeru kebaikan dan mencegah perbuatan mungkar.  Tampaknya tanda-tanda itu kurang bisa ditangkap oleh pancaindra beliau dan cenderung tidak diindahkan karena mungkin ketakutan-ketakutan apabila posisi dalam pekerjaannya digantikan atau tergantikan oleh orang lain serta mungkin juga takut apabila tidak bisa makan.  Matahari terus b...

Kebiasaan Luar Biasa

Gambar
Mungkin sudah menjadi hal yang lumrah ketika kita sebagai siswa maupun siswi di sekolah waktu dulu sampai sekarang, yang namanya telat atau tidak sesuai dengan jam masuk kelas yang ditentukan oleh bapak/ibu guru itu dianggap terlambat dan berhak menerima hukuman (sanksi).  Dari mulai dihukum di bawah tiang bendera dengan tangan menghormati sang saka sambil salah satu kaki diangkat ke atas, atau bahkan disuruh menyilangkan tangan dengan posisi memegang telinga sampai bersih-bersih toilet. Mungkin itu sebuah pengalaman yang sangat berharga dan tidak akan pernah terlupakan. Harapan dari bapak/ibu guru selalu bilang bahwa hukuman tersebut untuk mengedukasi murid-murid di sekolah. Kita anggap pengalaman itu seyogianya tidak terulang lagi di masa kini dan tingkat kesadaran akan pentingnya tepat waktu memang benar-benar kita upayakan. Kita akui bersama semakin bertambahnya umur bukan semakin sadar, akan tetapi semakin memolorkan waktu.  Mungkin detik demi detik kurang begitu berart...

Guru SD Meraup Untung jutaan Rupiah dari Budidaya Ikan Hias

Gambar
 Saat Samsul Andika menunjukkan penghargaan dari lomba cupang hias Guru Sekolah Dasar menekuni bisnis ikan hias hingga meraup untung ratusan ribu sampai jutaan rupiah per hari yang bertempat tinggal di Pasirian, Lumajang. Jumat (13/11/2020)  Samsul Andika (32) menekuni bisnis budidaya ikan hias mulai tahun 2007 sampai sekarang. Berawal dari budidaya ikan jenis cupang saja, dia sekarang bisa menambah koleksi ikan serta menjual bermacam-macam ikan dan perlengkapan akuarium. Seperti halnya ikan koki, bendera, pomet serta masih banyak jenis ikan lainnya.  "Alhamdulillah mas, sampai sejauh ini saya tidak pernah menyangka bisa seperti ini. Pekerjaan budidaya ikan, sebenarnya buat sampingan saja. Soalnya setiap pagi saya harus pergi mengajar di Sekolah Dasar." ujarnya.  Samsul juga menambahkan, ikan-ikan yang dipeliharanya sampai tembus pasar luar kota karena permintaan konsumen lewat media sosial yang tinggi. Seperti mengirim ke Malang, Surabaya hingga luar Jawa (Bali)....

Kalimat Berwarna Merah

Gambar
  Sering kali kita mendengar dan membaca terkait sejarah bangsa ini tentang kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang dulu yaitu bekerja sebagai pelaut, karena memang luas negeri ini sebagian besar dikepung oleh air ketimbang daratan dan masyarakat bisa memanfaatkan hasil dari laut untuk memenuhi kehidupannya di masa silam hingga sekarang  Ngomong-ngomong soal pelaut, ada sebuah kalimat yang sengaja saya tuangkan dalam tulisan ini untuk sekadar memberi semangat kepada Anda semua. Terkait kalimat tersebut mampu memberi semangat atau tidak, setidaknya kita sudah mengupayakan. Pelaut yang handal tidak akan pernah menyalahkan ombak yang datang . Baik ombak kecil, sedang, maupun besar. Akan tetapi, ombak yang datang seyogianya dijadikan bagian dari proses pembelajaran yang bisa dimasukkan sebagai sebuah pengalaman dalam mencari ikan di lautan lepas. Ungkapan di atas hanyalah sebuah perumpamaan, kata kiasan, dan mungkin mengandung makna yang sebenarnya. Mungkin banyak sebagian dari...

Kita Bukan Kembang Api

Gambar
  Suatu kebanggaan tersendiri ketika kita memasuki dunia akademisi dan mengikuti sebuah organisasi mahasiswa di dalamnya. Entah, organisasi apa pun itu! Karena di sana kita terus belajar dan mengolah bakat serta minat kita ke arah yang lebih berkemajuan dan kita dicetak sebagai seorang leadership (kepemimpinan). Tentunya dalam sebuah organisasi ada sebuah persoalan-persoalan baru, target-target baru, strategi-strategi baru, yang menuntut kita untuk terus bergerak maju dan menjadikannya sebuah tantangan bukan sebagai beban-beban baru. Berkenaan dengan itu, waktu adalah sesuatu hal yang sangat berharga karena kita dituntut untuk mengendalikannya bukan sebaliknya ketika waktu bisa mendikte kita. Kita diajari untuk selalu berpikir cermat, bijaksana dalam mengambil setiap keputusan, serta sisi legowo ketika pendapat kita tidak selalu menjadi prioritas oleh kesepakatan para sesama kader organisasi. Mungkin kedewasaan muncul dari sini, ketika setiap persoalan menuntut sebuah jawaban dan ...