🅚🅡🅘🅢🅘🅢 🅚🅡🅘🅣🅘🅢
Mampus kau, malam bergejolak meninggalkan jejak yang penuh sesak Mati kau, Pernah tumbuh tapi runtuh pernah singgah namun melupa di antara jauhnya jarak terbesit alur yang pernah ada Serasa kuat tapi lemah tangguh tetap menggerutu perjalanan menghamba waktu Rentetan cerita siap tersaji di atas mimbar engkau memuji Di balik ruang provokasi kau terus mengebiri nalar para pemuda-pemudi terninabobokkan hasrat lemah gemulai fluktuasi adalah harga mati sampai kritis yang menjadi krisis Sekadar menggugurkan kewajiban menolak berpindah dari zona nyaman aman yang selalu amin gelisah hanya ungkapan belaka Putih tumbuh di atas kepala elok menjadi manusia paripurna sewaktu usia telah iba menghantarkan sejarah mengubur rasa takabur Rupanya, kita adalah ladang sewaktu-waktu mereka bebas menggelandang mengangkangi hak para manusia merdeka menghalang-halangi lajunya pembangungan Apalah arti sebuah pencerahan bila yang tercerahkan, lebih memilih diam! bersekutulah.......