Berteriak dalam diam
Berkawan keheningan malam
Aku mencoba mematikan bayangmu
Malah hadirmu melebihi kecepatan cahaya, listrik yang menyala, bahkan popok tak berguna.
Assalamualaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh Semoga anda semua dalam keadaan sehat wal afiyat dan senantiasa dapat beraktifitas seperti biasanya meskipun kabar pandemi masih saja sering nongol di televisi. Izinkan saya bercerita lagi tentang teman-teman blogger saya di Komunitas Blogger Mahasiswa (KBM) Se-Indonesia melalui tulisan ini. Kali ini, kakak yang akan kita kenalkan kepada kalian semua adalah seorang perempuan yang lahir dan dilahirkan di tanah Sumatera. Siapakah dia? Langsung saja, kita akan mengenalkannya kepada anda semua dengan biografi di bawah ini. Nama : Dira Andrayani Tempat tanggal lahir : Lubuk Linggau , 18 Maret 2001. Untuk sekarang ini, ia sedang berada di luar kota yaitu Kota Bengkulu. Bukan tanpa alasan mengapa kakak yang satu ini berada di Kota Bengkulu, karena ia harus melanjutkan pendidikan di salah satu universitas swasta di sana yang bernama Universitas Muhammadiyah Bengkulu dengan mengambil progam pendidikan Agama Islam . Ia ...
Tulisan kali ini saya mencoba untuk menarasikan tentang definisi dua kata yang mampu mematikan seseorang apabila kata tersebut diucapkan dalam keadaan sadar maupun tak sadar yang pastinya sesuai dengan realitas pada kehidupan sehari-hari. Kira-kira ada yang bisa menebak dua kata tersebut nggak? Saya beri waktu 10 detik ya? Haha...."Emang sekarang kita lagi acara kuis ya bang kok malah suruh menebak itu loh? Macam-macam saja si abang ini!" kira-kira seperti itu ujar pembaca dalam gumamnya. Dua kata ini diakhiri dengan sebuah kata tanya. Apabila Kata tersebut diucapkan, tiba-tiba ada yang mulai menghelai nafas panjang lalu berasa ngos-ngosan seperti habis lari maraton, semacam ada getaran yang begitu dahsyat pada detak jantung, wajah mulai putih pucat, dan terkadang telinga mulai memerah layaknya buah strawberi. Luar biasa memang dua kata ini. Mematikan tapi tak mati beneran, namun bisa saya pastikan dua kata ini bisa membuat pergolakan batin yang sangat kronis sampai...
Pada hari ini, saya akan kembali menuliskan teman blogger yang tergabung pada Komunitas Blogger Mahasiswa (KBM) yang saya ikuti di grup WhatsApp. Ini merupakan langkah awal kita dalam mengenal satu sama lain meskipun tak bisa bertatap muka secara langsung, namun kita bisa mengenal dia melewati kata-kata yang tersusun rapi membentuk sebuah biografi dalam sebuah tulisan. Untuk giliran pada hari ini yang akan saya perkenalkan kepada anda melalui tulisan ini adalah seorang wanita yang berdarah Minang, sebelah barat dari pulau Jawa. Dia bernama Elin Maya Putri yang lahir di Durian Tarung pada tanggal 15 Mei 1999 silam. Dia adalah anak Minang tulen. Namun, dia sering dikira orang Jawa oleh orang lain karena logatnya menyerupai orang yang berbahasa Jawa pada umumnya. Usut punya usut, dia mengaku dalam tulisannya bahwa dia sering berinteraksi dengan orang Jawa dan Sunda sehingga tak ada istilah "Kagok" dalam berbahasa jawa dan perlahan dia mulai memahami alunan nada b...
Komentar
Posting Komentar